Destiny

Destiny
Author : Audrey Kim
Main Cast : Huang Zi Tao of ‘EXO-M’
Kim Sunri (OC)
Genre : Romance
Rating : PG-14
Disclaimer :    My 4th ff~ Enjoy! Story and All cast is mine :p

 

*******

 

Seorang wanita cantik berdiri menghadap Sungai Han dengan tatapan kosong. Sedari tadi mata indahnya tidak berhenti mengeluarkan cairan bening yang mewakili seluruh perasaannya saat itu. Berkali-kali mengusap pipi mulusnya, namun dengan setia air mata itu kembali turun.

 

Baby don’t cry, tonight
eodumi geodhigo namyeon
Baby don’t cry, tonight
eobseotdeon il-i dwell geoya

 

Handphone gadis itu berbunyi menandakan adanya panggilan masuk. Tidak ada niatan dalam benak gadis itu untuk mengangkatnya. Ia masih sibuk dengan berbagai pikiran yang berkecimpung di dalam otaknya. Membuatnya meringis beberapakali menahan sakit di dadanya.

 

Ia melirik ke arah jam tangan yang menghiasi pergelangan tangannya. Mengusapnya perlahan dan tersenyum miris. “Eomma.. Eoddiesso?”Ucapnya pelan. Air matanya kembali jatuh. Menghela nafasnya berat kemudia melangkahkan kakinya pergi.

 

@@____

 

*flashback*

 

Kim Sunri –nama gadis itu, duduk di meja makan sambil menghadap sang ayah. Hening menyelimuti keduanya yang sibuk dengan pikiran masing-masing.

 

“Aku tidak sanggup lagi..” Pria paruh baya yang merupakan ayah kandung Sunri menghela nafasnya berat. Menundukkan wajahnya. Tak tega melihat ekspresi anak semata wajangnya.

 

“Aku butuh uang untuk mencari ibumu.. Dan yang bisa ku harapkan hanya kau, Sunri..” Pria itu mulai mengangkat wajahnya, menatap dalam kearah dua bola mata berwarna coklat, warisan sang ibu. Tubuh pria itu sedikit bergetar, menahan tangis yang sedari tadi ditahannya.

 

“Menikahlah dengan anak temanku. Kau akan bahagia bersamanya”

 

Ucapan pria tua itu sukses membuat Sunri meneteskan air mata. Ia menggigit bibirnya untuk menahan isakan yang memaksa keluar dari bibir mungil gadis itu. “A-ayah menjualku?” Ucapnya terbata. Tenggorokannya terasa kering. Sunri menarin nafas panjang untuk mengisi rongga dadanya yang terasa sesak.

 

“B-bukan begitu Sunri-ya…” Ayahnya menggeleng kuat. Pria itu menggenggam lengan Sunri dan detik kemudian menarik anak semata wayangnya itu kedalam pelukannya. Meredam isakan kecil yang menggema di ruangan itu. Suara isakan dan detik jarum jam menjadi saksi bisu perasaan mereka malam itu.

 

@@____

 

Kim Sunri dan Ayahnya memasuki sebuah restoran berbintang dengan baju terbaik yang ia miliki. Dress merah elegan yang memperlihatkan bahu dan sedikit pahanya. Langkah kakinya berhenti di sebuah meja yang sudah dihadiri beberapa orang. Ayahnya salah satunya.

 

“Lama menunggu?” Tanya Sunri pelan. Wajahnya tidak memperlihatkan senyum sedikitpun. Tapi tidak mengurangi kecantikan dari gen terbaik sang ibu yang telah melahirkannya.

 

“Tidak, Silahkan duduk” Seorang laki-laki paruh baya menyuruhnya duduk dengan senyum mengembang memperlihatkan deretan giginya yang putih. Disebelahnya ada seorang wanita tua yang Seuri akui, masih terlihat sangat cantik.

 

“Seunri-ya, kurasa aku tidak perlu mengenalkannya lagi padamu. Kau mengenalnya kan?” Ucap pria paruh baya itu dengan aksen yang sedikit aneh. Tidak terdengar seperti orang korea pada umumnya. Seunri hanya menjawabnya dengan anggukan kecil.

 

“Jadi, kapan kalian akan menikah?” Kali ini Ayahnya yang mengambil suara. Membuat Seunri dan Zi Tao –Anak pria itu– seketika menoleh sambil melebarkan kedua mata mereka.

 

“Lebih cepat lebih baik bukan?” Lanjut wanita tua itu. Senyum tidak pernah lepas dari ketiga orang tua itu. Berbeda dengan Seunri dan Zi Tao, yang bahkan sedari tadi tidak menunjukan senyum kebanggaan masing-masing

 

“Setidaknya beri aku waktu untuk mengenalnya lebih jauh. Yang mau menikah itu aku, bukan kalian” Jawab Zi Tao ketus. Yang kemudian hanya dijawab dengan senyuman kecut milik wanita itu.

 

“Baik. Aku tidak mau terlalu ikut campur. Itu semua terserah kalian. Tapi tidak ada kata ‘batal’ dalam pernikahan ini. Arasseo?” Ayah Zi Tao memberi penengah. Namun tetap tidak melegakan bagi kedua insan yang sebentar lagi akan menjadi suami-isteri tersebut.

 

“Bagaimana jika mulai malam ini?” Ucapan wanita tuamenyebalkan itu berhasil membuat mata Seunri mendelik tajam. Apa maksud wanita ini?!

 

“Ah.. M-maksudnya, bagaimana jika mulai malam ini Seunri tinggal di apartement Zi Tao?” Ucap wanita itu masih dengan senyum yang dibuat-buat. Salah tingkah karena mendapat tatapan tajam dari Seunri dan Zi Tao.

 

“Jangan menuntut macam-macam. Sudah bagus aku mau menuruti permintaan bodoh kalian. Aku pulang!” Zi Tao berdiri sambil membenarkan tuxedo hitam yang dipakainya. Melangkah keluar tanpa memperdulikan tatapan bingung kedua orang tuanya

 

@@________

 

“Dimana kau?” Tanya Zi Tao pada Seunri sambil mengemudikan mobilnya. Hari ini, –untuk pertamakalinya—Tao akan bertemu dengan Seunri tanpa kedua orang tua mereka. Bukankah aku harus mengenalnya dulu? Apakah cukup menikah, hanya mengetahui namanya saja?

 

“Di rumah. Kenapa?” Jawab seunri sambil mengecilkan volume televisinya agar tidak terlalu bising.

 

“Aku kesana sekarang” Dan sambungan terputus. Seunri mulai mengerti sifat ketus milik Tao. Jadi ia pikir, Buat apa aku bermanis-manis pada lelaki yang ketusya luar biasa itu?

 

Seunri turun dari sofa empuknya dan membersihkan beberapa bungkus cemilan yang sudah habis dan menata ulang bantal sofa yang berantakan. Bagaimanapun juga yang mau datang adalah calon suaminya. Ia tidak mau diberi kesan cewek malas.

 

Ting Tong, Ting Tong
Ting Tong, Ting Tong

 

Suara bel rumah Seunri berbunyi menandakan ada tamu yang datang. Seunri langsung membuka pintu rumahnya dan mempersilahkan Zi Tao masuk.

 

“Mau apa?” Tanya Seunri to the point yang membuat alis Zi Tao berkerut. “Bisakah kau bersikap lebih manis padaku?” Zi Tao menatap mata Seunri tajam.

 

Well, Siapapun tidak akan tahan berlama-lama ditatap oleh tatapan tajam milik Tao. Jujur, gadis itu masih tidak tahu seperti apa sifat Zi Tao. Seunri hanya mengikuti jalan permainan yang dibuat Zi Tao.

 

“Ck! Lupakan!” Zi Tao membating tubuhnya di sofa empuk milik Seunri. Gadis itu ikut duduk di sebelah Zi Tao. Hening menyelimuti mereka berdua. Tidak ada satupun yang memilih membuka mulut dan mengeluarkan suara. Hingga akhirnya suara manis milik Seunri memecahkan keheningan.

 

“Boleh aku tanya sesuatu?” Ucap Seunri sambil menghadap Zi Tao. Menatam matanya cukup dalam. Seketika membuat Zi Tao merinding (?). Laku-laki itu hanya mengangguk pelan tanpa membalas tatapan Seunri.

“Kenapa kau menerima perjodohan ini?” Seunri masih menatap mata Zi Tao dalam. Detik berikutnya Zi Tao menautkan alisnya bingung. Pertanyaan macam apa itu?

 

“Entahlah.. Aku tidak terbiasa menolak pertintah orang tua. Lagipula tidak ada ruginya kan?” Untuk pertamakalinya –bagi Seunri– Zi Tao berbicara cukup panjang tanpa nada ketus didalamnya.

 

“Tentu saja ada! Apa kau tidak punya seseorang yang kau….. Sayang?” Seunri memberi jeda sedikit. Takut jika omongannya akan membuat Zi Tao tersinggung.

 

“Jangan berbicara seakan aku tidak laku” Zi Tao mengerucutkan bibirnya sedikit. Dan untuk pertamakalinya –lagi Seunri melihat ekspresi lain dari Zi Tao. “E-eh.. Bukan seperti itu!” Seunri mengibas-ngibaskan kedua tangannya salah tingkah.

 

“Seseorang yang ku sayang ya.. Entahlah. Tapi kupikir kau bisa menjadi salah satunya” Zi Tao menundukan kepalanya. Lebih tepatnya menyembunyikan senyuman yang tersungging manis di wajah tampannya. Seketika muncul rona merah di kedua pipi Seunri.

 

Seunri hanya tertawa kecil mendengar jawaban Zi Tao. Sulit untuk menyembunyikan senyumannya. Seunri merasakan jantungnya yang berdetak lebih cepat. Sepecepat ini kah?

 

“Ya! Ngomong-ngomong mau apa kau kesini?” Seunri mecoba mengalihkan pembicaraan. “Bukankah sudah ku bilang aku ingin mengenalmu lebih jauh?” Zi Tao memberikan senyum terbaiknya. Dan lagi-lagi, Seunri merasakan darahnya berdesir cepat.

 

@@______

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s