I Got You!

I Got You!
Author : Audrey Kim
Rating : PG-13
Cast : Ulzzang ‘Lee Chi Hoon’
jung Nara ‘OC’
Genre : Frienship, Romance

i-got-u-cover

 

“Chihoon-ah~~” Seorang yeoja yang berparas cukup manis berlari kecil kemudian memeluk seorang namja yang luar biasa tampan dari belakang.

 

“Nara-ya! Biasakah sehari saja kau tidak membuat telingaku tuli?!” Semprot Chihoon –namja yang dipeluknya tadi-. Tidak ada ekspresi senang sama sekali diwajah tampannya. Nara yang sudah terbiasa dibentak oleh Chihoon itu hanya memamerkan deretan gigi putihnya. Gadis itu melepas pelukanya dan duduk disebelah Chihoon.

 

Nara mengeluarkan kotak makan baerwarna pink dan meletakannya diatas meja. Lalu menyodorkan kotak makan itu kearah Chihoon. “Aku tahu kau belum makan” Nara menunjukan senyum termanis yang Ia miliki untuk
menarik hati Chihoon.

 

“Aku sudah makan” Jawab Chihoon tanpa menolehkan wajahnya sama sekali. Nara hanya mengerucutkan bibirnya mendengar jawaban Chihoon. Masih dengan ekspresi yang sama, Nara membuka kotak makannya sendiri.

 

“Ayolah~ Aku sudah bersusah payah membuatnya! Makanlah sedikiiit!” Nara menyodorkan bulgogi yang dijepitnya dengan sumpit ke mulut Chihoon.

 

“Shiro! Aku sudah kenyang!” Chihoon menolak makanan itu mentah-mentah tanpa meliriknya sedikitpun. Padahal bekal yang dbuat Nara sangat terlihat lezat. Kemampuan memasak Nara memang tidak diragukan lagi!

 

“Makanlah Chihoon. Kasihan Nara” Seorang namja tampan menghampiri Chihoon dan Nara sambil menggandeng tangan yeojachingunya. Mereka berdua terlihat begitu serasi dengan T-Shirt couple yang dikenakannya.

 

“Kau dengar? Taejun oppa saja mengerti. Ayo makan!” Nara merengek sambil tetap menyodorkan bulgogi andalannya. Chihoon melahap bulgogi itu dengan terpaksa. Nara hanya memamerkan senyum kemenangannya sambil mengedipkan sebelah matanya pada Taejun.

 

Pletak!

 

“Ya! Ya! Apa yang kau lakukan hah?!” Yerin –Pacar Taejun- menjitak kepala Nara cukup keras. Nara hanya meringis menahan sakit sambil mengelus-elus kepalanya. “Ya! Aku hanya bercanda!” Nara berteriak membela diri.

 

“Yerin-ah. Harusnya kau menjitaknya lebih keras. Kurasa ada yang salah dengan otaknya hari ini” Ucap Chihoon enteng sambil menyesap Ice Chocolate Caramelnya. Taejun yang sedaritadi diam, meledakkan tawanya begitu mendengar ejekan Chihoon.

 

Nara meniup poninya kesal lalu menutup kotak bekalnya dan memasukkannya kedalam tas. “Biasakah kalinan berdua lebih akur? Bukankan kalian telah bersama sejak SMP?” Yerin membuka suara sambil memandang Chihoon dan Nara bergantian.

 

“Ya! Kau tahu kan aku selalu baik pada namja ini?! Tapi selalu saja dia menolak kebaikanku! Padahal aku tulus melakukannya!” Ucap Nara penuh emosi.

 

“Aku tidak butuh” Lagi-lagi Chihoon menjawab dengan wajah coolnya. Membuat wanita manapun akan jatuh hati dalam pandangan pertama.

 

“ck! Kau menyebalkan!” Nara menyambar tasnya kemudian berjalan cepat meninggalkan Chihoon, Taejun dan Yerin. Taejun dan Yerin hanya berpandangan kemudian melemparkan tatapannya kearah Chihoon.

 

“Dia tidak mungkin benar-benar marah padaku” Chihoon mengeluarkan evilsmirknya sambil menggunakan jaket untuk menghangatkan dirinya. Kemudian berjalan meninggalkan Taejun dan Yerin yang masih bengong (?)

 

“Haaah! Tidak sadarkah mereka pada perasaan masing-masing?!” Ucap Yerin gemas sambil menatap punggung Chihoon yang semakin menjauh.

 

“How can I love when I’m afraid to fall in love?”

 

****

 

<Nara masuk ke kelasnya dengan wajah suntuk. Duduk dikursinya kemudia menekungkupkan wajahnya diatas meja. Mencoba mencuri beberapa menit sebelum masuk untuk memejamkan matanya sebentar.

 

Semalam Ia sibuk menangisi hadiah yang diberikan Chihoon pada saat ulangtahunnya beberapa hari lalu. Karena terlalu kesal dengan ucapan Chihoon kemarin, Nara melempar hadiah itu sekeras mungkin untuk melampiasan kekesalannya.

 

Sebuah miniatur menara pisa dari Negara Italia itu patah setelah dilepar cukup keras oleh Nara. Satu detik kemudian, gadis bodoh baru menyadari kebodohannya (?). Miniatur itu adalah hadiah pertama dari Chihoon yang merupakan benda yang paling disayanginya.

 

“Nara-ya!” Yerin berteriak sambil menepuk bahu Nara pelan. Reflek, Nara mengangkat kepalanya dan menatap Yerin sinis.

 

“Omo! Apa yang terjadi padamu?!” Yerin menangkupkan wajah Nara dengan kedua tangannya. Nara hanya mengerucutkan bibirnya sambil merusaha melepas tangan Yerin dari wajahnya.

 

“Miniaturnya patah…..” Cairan bening mulai memenuhi kedua mata Nara. Yerin mengerti apa yang dikatakan Nara. Karena hanya satu miniatur yang paling berharga menurut Nara. Perlahan, cairan bening itu turun membasahi pipi mulus Nara.

 

Yerin menghapus air mata yang turun dari mata Nara kemudia memeluk sahabatnya tersebut. Yerin membiarkan Nara menangi dipelukannya. “Sudah.. Sudah.. Han Songsaenim sebentar lagi datang” Yerin menepuk-nepuk punggung Nara pelan.

 

Nara mengambil beberapa helai tissue dari tasnya kemudian mengusap air matanya. Gadis itu kembali menelungkupkan wajahnya sebelum orang lain melihatnya.

 

“Why can’t I hate you? Why can’t I stop thinking about you?”

 

****

 

Drrt… Drrt..
Drrt… Drrt…

 

Suara getaran ponsel membuat Nara benar-benar terganggu. Sebuah pesan singkat masuk dan langsung dibuka oleh Nara.

 

Chihoon Oppa– 14 October 2012. 12:47
“Eoddiesseo?”

 

Nara menautkan alisnya. Tidak biasanya Chihoon mengirimkan pesan padanya apalagi yang menanyakan tentang dirinya. Biasanya hanya meminta agar Nara mengembalikan barang-barang yang ia pinjam. Nara mengetik pesan untuk balasan dengan cepat.

 

Nara~ra~ra~ — 14 October 2012 12:51
“Di kelas. Waeyo?”

 

Chihoon Oppa– 14 October 2012. 12:54
“Aniyo. Tadi Yerin yang tanya”

 

Nara hanya membulatkan bibirnya saat membaca pesan terakhir yang dikirim Chihoon. Jujur, Nara masih kesal dengan ucapan Chihoon kemarin. Tidak, Tidak! Bukan hanya kemarin, tapi semua ucapak Chihoon yang tidak enak didengar.

 

Rasanya Nara ingin menjambak dan membuang Chihoon ke Sungai Han. Tapi apadaya, apa yang dikatakan hati kecilnya berbeda. Hanya melihat wajah Chihoon saja bisa membuat Nara tenang. Nara menghembuskan nafasnya berat. Ia benci setiap kali dadanya sesak saat memikirkan Chihoon. Ia benci setiap kali air matanya jatuh saat memikirkan Chihoon.

 

Nara mengambil earphone dan menyumpal telinganya. Ia memutar lagu dan berharap itu bisa membuatnya tenang. Air matanya kembali turun. Nara memegang dadanya yang terasa sesak. Hidungnya mencoba mencari oksigen untuk memenuhi ruang-ruang di dadanya.

 

Heaven – Ailee

 

“When I hear your voice, it feels like I’m dreaming
I smile for you every day, I pray for you
You are my heaven”

 

****

 

Nara melangkahkan kakinya pelan di bahu jalan kota Seoul. Sesekali menendang kerikil-kerikil kecil yang mengiasi jalanan itu. Entah sudah berapakali Nara menghela nafasnya. Setelah pulang sekolah tadi, Nara memutuskan untuk menghilangkan jenuh diotaknya. Mungkin main di taman atau makan ice cream?

 

Nara menghapiri pedagang Ice cream keliling dan memesan ice cream rasa Vanilla kesukaaannya. Setelah membayar dengan beberapa lembar uang, Nara duduk dibangku taman. Pemandangan yang jarang ia lihat semenjak masuk SMA. Sesekali Nara tersenyum melihat anak-anak kecil yang bermain di taman.

 

Stop girl, in the name of love
Stop girl, in the name of love eh eh
Stop girl, in the name of love
Kkumeun anilkkeoya I know your love isn’t real

 

Handphone Nara berbunyi menandakan ada pesan yang masuk. Lagi-lagi Chihoon. Kenapa akhir-akhir ini namja itu jadi bawel sekali sih?!

 

Chihoon Oppa– 14 October 2012. 17:27
“Eoddiesseo?”

 

Ada perasaan hangat saat Chihoon menanyakan keadaannya. Nara sama sekali tidak berniat membalas apapun. Bukankah dia tidak membutuhkanku? Nara tersenyum miris.

 

Hadphone Nara berbunyi lagi. Kali ini ada telfon yang masuk. Nara sedikit terkejut saat tahu yang meneleponnya adalah Chihoon. Nara mengangkat teleponnya dengan gugup.

 

“Kau dimana hah?! Sudah jam segini dan kau belum pulang kerumah?!” Nara sedikit menjauhkan ponselnya dari telinganya. Teriakan Chihoon benar benar membuat telinganya hampir tuli. Dasar namja idiot!

 

“Kenapa kau membentakku hah?” Jawab Nara Emosi

 

“Jawab aku! Kau di mana?!” Chihoon tidak menjawab pertanyaan Nara. Lagi-lagi membentak Nara dengan kasar seolah ucapannya adalah yang terpenting.

 

“Di taman. Kena–?” Belum sempat Nara menyelesaikan kalimatnya, sambungan telepon sudah terputus. Emosi Nara sudah hampir mencapai puncak. Namja itu kelewatan!

 

Nara masih sibuk dengan berbagai pikiran yang memenuhi otaknya. Sesekali mengumpat Chihoon karena selalu bertindak seenaknya. Nara memejamkan matanya mencoba menghilangkan kepenatan yang menyerang kepalanya.

 

Tiba-tiba seseorang menarik tangannya kasar. Reflek Nara bangun dan memberika tatapan sinis kearah orang itu. Nara cukup terkejut saat melihat orang yang menarik tangannya adalah Chihoon. Keringat memenuhi pelipis Chihoon. Nafasnya menderu cepat.

 

“Apa?” Jawab Nara ketus. Matanya masih menatap Chihoon tajam. Chihoon membanting genggaman tangannya kasar.

 

“Kenapa kau merusaknya?” Ucap Chihoon pelan. Hampir tidak terdengar. Tapi Nara masih bisa mendengarnya. Nara menatap Chihoon bingung.

 

“Miniaturnya! Miniatur yang kuberikan padamu! Bukankah kau bilang kau suka Itali? Lalu kenapa kau merusaknya?!” Chihoon meluapkan emosinya. Membentak sambil menatak Nara. Tatapan yang sulit diartikan. Marah, Kecewa, semuanya terpancar jelas dimata namja itu.

 

“A-aku…” Tenggorokan Nara tercekat. Darimana ia tahu?

 

“Kau tahu bagaimana rasanya saat hadiah yang kau berikan kepada orang yang kau sayang, kemudian
dirusaknya?” Chihoon menatap mata Nara dalam. Suaranya sedikit serak. Tenggorokannya terasa kering.

 

Nara mencoba mencerna apa yang dikatakan Chihoon. Sayang?

 

Chihoon enghela nafasnya berat. Merutuki ucapan bodoh yang keluar begitu saja dari bibirnya. Keduanya mematung, sibuk dengan pikiran masing-masing.

 

Dengan satu tarikan, Chihoon menarik tangan Nara dan memeluknya begitu erat. Aroma strawberry menyeruak memasuki indra penciumannya saat namja itu membenakan wajahnya diantara helaian rambut Nara.

 

“A-apa…” Suara Nara tertahan. Jantungnya sibuk memompa darah lebih cepat dari biasanya. Ia merasakan darahnya berdesir saat jari-jari Chihoon mebelai rambutnya lembut. “Sebentar saja…” Ucap Chihoon pelan, tepat di telinga Nara yang berhasil membuat yeoja itu merasakan adanya ribuan kupu-kupu yang berterbangan di dalam perutnya

 

TUK!

 

“YA!” Nara berteriak sambil memegangi dahinya yang baru saja mendapat sentilan dari Chihoon. Suara kekehan khas dari namja itu terdengar saar Nara mendorong tubuh Chihoon pelan.

 

“You got me, Nara-ya…” Chihoon mengacak-acak rambut Nara pelan. Nara hanya memasang tampang bodoh, tanda ia tidak mengerti dengan ucapan Chihoon barusan.

 

“Saranghae..” Ucap Chihoon sambil menatap mata Nara dalam. Yeoja itu merasakan ada kehangatan saat Chihoon menautkan jari-jarinya disela-sela jemari Nara. Bibirnya tertarik begitu saja mendengar satu kata yang paling ingin di dengarnya dari bibir namja itu.

 

Keduanya tidak bisa menyembunyikan perasaan senang yang menghangatkan hati mereka masing-masing. Senyuman manis tersungging indah di bibir keduanya.

 

“Finally.. I got you, baboya!” Nara menjijit dan mengecup pelan bibir Chihoon yang sontak membuat namja itu membulatkan kedua matanya. Nara hanya memamerkan deretan gigi putihnya.

 

TUK!

 

“Jangan nakal” Lagi-lagi Chihoon mendaratkan sentilannya di dahi Nara sambil memamerkan smirk&nya. Detik kemudian Chihoon berlari begitu melihat ekspresi marah dari Nara.

 

“Ya!!!! Jangan lari kau, jeleeeek!!!” Nara berusaha mengejar Chihoon yang sudah berlari menjauh.

 

 

Be mine, please..
You know me, right?
I’ll protect you untill the end!
Thank’s and I love you..

Advertisements

One thought on “I Got You!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s