Destiny

Destiny
Author : Audrey Kim
Main Cast : Huang Zi Tao of ‘EXO-M’
Kim Sunri (OC)
Genre : Romance
Rating : PG-14
Disclaimer :    My 4th ff~ Enjoy! Story and All cast is mine :p

 

*******

 

Seorang wanita cantik berdiri menghadap Sungai Han dengan tatapan kosong. Sedari tadi mata indahnya tidak berhenti mengeluarkan cairan bening yang mewakili seluruh perasaannya saat itu. Berkali-kali mengusap pipi mulusnya, namun dengan setia air mata itu kembali turun.

 

Baby don’t cry, tonight
eodumi geodhigo namyeon
Baby don’t cry, tonight
eobseotdeon il-i dwell geoya

 

Handphone gadis itu berbunyi menandakan adanya panggilan masuk. Tidak ada niatan dalam benak gadis itu untuk mengangkatnya. Ia masih sibuk dengan berbagai pikiran yang berkecimpung di dalam otaknya. Membuatnya meringis beberapakali menahan sakit di dadanya.

 

Ia melirik ke arah jam tangan yang menghiasi pergelangan tangannya. Mengusapnya perlahan dan tersenyum miris. “Eomma.. Eoddiesso?”Ucapnya pelan. Air matanya kembali jatuh. Menghela nafasnya berat kemudia melangkahkan kakinya pergi.

 

@@____

 

*flashback*

 

Kim Sunri –nama gadis itu, duduk di meja makan sambil menghadap sang ayah. Hening menyelimuti keduanya yang sibuk dengan pikiran masing-masing.

 

“Aku tidak sanggup lagi..” Pria paruh baya yang merupakan ayah kandung Sunri menghela nafasnya berat. Menundukkan wajahnya. Tak tega melihat ekspresi anak semata wajangnya.

 

“Aku butuh uang untuk mencari ibumu.. Dan yang bisa ku harapkan hanya kau, Sunri..” Pria itu mulai mengangkat wajahnya, menatap dalam kearah dua bola mata berwarna coklat, warisan sang ibu. Tubuh pria itu sedikit bergetar, menahan tangis yang sedari tadi ditahannya.

 

“Menikahlah dengan anak temanku. Kau akan bahagia bersamanya”

 

Ucapan pria tua itu sukses membuat Sunri meneteskan air mata. Ia menggigit bibirnya untuk menahan isakan yang memaksa keluar dari bibir mungil gadis itu. “A-ayah menjualku?” Ucapnya terbata. Tenggorokannya terasa kering. Sunri menarin nafas panjang untuk mengisi rongga dadanya yang terasa sesak.

 

“B-bukan begitu Sunri-ya…” Ayahnya menggeleng kuat. Pria itu menggenggam lengan Sunri dan detik kemudian menarik anak semata wayangnya itu kedalam pelukannya. Meredam isakan kecil yang menggema di ruangan itu. Suara isakan dan detik jarum jam menjadi saksi bisu perasaan mereka malam itu.

 

@@____

 

Kim Sunri dan Ayahnya memasuki sebuah restoran berbintang dengan baju terbaik yang ia miliki. Dress merah elegan yang memperlihatkan bahu dan sedikit pahanya. Langkah kakinya berhenti di sebuah meja yang sudah dihadiri beberapa orang. Ayahnya salah satunya.

 

“Lama menunggu?” Tanya Sunri pelan. Wajahnya tidak memperlihatkan senyum sedikitpun. Tapi tidak mengurangi kecantikan dari gen terbaik sang ibu yang telah melahirkannya.

 

“Tidak, Silahkan duduk” Seorang laki-laki paruh baya menyuruhnya duduk dengan senyum mengembang memperlihatkan deretan giginya yang putih. Disebelahnya ada seorang wanita tua yang Seuri akui, masih terlihat sangat cantik.

 

“Seunri-ya, kurasa aku tidak perlu mengenalkannya lagi padamu. Kau mengenalnya kan?” Ucap pria paruh baya itu dengan aksen yang sedikit aneh. Tidak terdengar seperti orang korea pada umumnya. Seunri hanya menjawabnya dengan anggukan kecil.

 

“Jadi, kapan kalian akan menikah?” Kali ini Ayahnya yang mengambil suara. Membuat Seunri dan Zi Tao –Anak pria itu– seketika menoleh sambil melebarkan kedua mata mereka.

 

“Lebih cepat lebih baik bukan?” Lanjut wanita tua itu. Senyum tidak pernah lepas dari ketiga orang tua itu. Berbeda dengan Seunri dan Zi Tao, yang bahkan sedari tadi tidak menunjukan senyum kebanggaan masing-masing

 

“Setidaknya beri aku waktu untuk mengenalnya lebih jauh. Yang mau menikah itu aku, bukan kalian” Jawab Zi Tao ketus. Yang kemudian hanya dijawab dengan senyuman kecut milik wanita itu.

 

“Baik. Aku tidak mau terlalu ikut campur. Itu semua terserah kalian. Tapi tidak ada kata ‘batal’ dalam pernikahan ini. Arasseo?” Ayah Zi Tao memberi penengah. Namun tetap tidak melegakan bagi kedua insan yang sebentar lagi akan menjadi suami-isteri tersebut.

 

“Bagaimana jika mulai malam ini?” Ucapan wanita tuamenyebalkan itu berhasil membuat mata Seunri mendelik tajam. Apa maksud wanita ini?!

 

“Ah.. M-maksudnya, bagaimana jika mulai malam ini Seunri tinggal di apartement Zi Tao?” Ucap wanita itu masih dengan senyum yang dibuat-buat. Salah tingkah karena mendapat tatapan tajam dari Seunri dan Zi Tao.

 

“Jangan menuntut macam-macam. Sudah bagus aku mau menuruti permintaan bodoh kalian. Aku pulang!” Zi Tao berdiri sambil membenarkan tuxedo hitam yang dipakainya. Melangkah keluar tanpa memperdulikan tatapan bingung kedua orang tuanya

 

@@________

 

“Dimana kau?” Tanya Zi Tao pada Seunri sambil mengemudikan mobilnya. Hari ini, –untuk pertamakalinya—Tao akan bertemu dengan Seunri tanpa kedua orang tua mereka. Bukankah aku harus mengenalnya dulu? Apakah cukup menikah, hanya mengetahui namanya saja?

 

“Di rumah. Kenapa?” Jawab seunri sambil mengecilkan volume televisinya agar tidak terlalu bising.

 

“Aku kesana sekarang” Dan sambungan terputus. Seunri mulai mengerti sifat ketus milik Tao. Jadi ia pikir, Buat apa aku bermanis-manis pada lelaki yang ketusya luar biasa itu?

 

Seunri turun dari sofa empuknya dan membersihkan beberapa bungkus cemilan yang sudah habis dan menata ulang bantal sofa yang berantakan. Bagaimanapun juga yang mau datang adalah calon suaminya. Ia tidak mau diberi kesan cewek malas.

 

Ting Tong, Ting Tong
Ting Tong, Ting Tong

 

Suara bel rumah Seunri berbunyi menandakan ada tamu yang datang. Seunri langsung membuka pintu rumahnya dan mempersilahkan Zi Tao masuk.

 

“Mau apa?” Tanya Seunri to the point yang membuat alis Zi Tao berkerut. “Bisakah kau bersikap lebih manis padaku?” Zi Tao menatap mata Seunri tajam.

 

Well, Siapapun tidak akan tahan berlama-lama ditatap oleh tatapan tajam milik Tao. Jujur, gadis itu masih tidak tahu seperti apa sifat Zi Tao. Seunri hanya mengikuti jalan permainan yang dibuat Zi Tao.

 

“Ck! Lupakan!” Zi Tao membating tubuhnya di sofa empuk milik Seunri. Gadis itu ikut duduk di sebelah Zi Tao. Hening menyelimuti mereka berdua. Tidak ada satupun yang memilih membuka mulut dan mengeluarkan suara. Hingga akhirnya suara manis milik Seunri memecahkan keheningan.

 

“Boleh aku tanya sesuatu?” Ucap Seunri sambil menghadap Zi Tao. Menatam matanya cukup dalam. Seketika membuat Zi Tao merinding (?). Laku-laki itu hanya mengangguk pelan tanpa membalas tatapan Seunri.

“Kenapa kau menerima perjodohan ini?” Seunri masih menatap mata Zi Tao dalam. Detik berikutnya Zi Tao menautkan alisnya bingung. Pertanyaan macam apa itu?

 

“Entahlah.. Aku tidak terbiasa menolak pertintah orang tua. Lagipula tidak ada ruginya kan?” Untuk pertamakalinya –bagi Seunri– Zi Tao berbicara cukup panjang tanpa nada ketus didalamnya.

 

“Tentu saja ada! Apa kau tidak punya seseorang yang kau….. Sayang?” Seunri memberi jeda sedikit. Takut jika omongannya akan membuat Zi Tao tersinggung.

 

“Jangan berbicara seakan aku tidak laku” Zi Tao mengerucutkan bibirnya sedikit. Dan untuk pertamakalinya –lagi Seunri melihat ekspresi lain dari Zi Tao. “E-eh.. Bukan seperti itu!” Seunri mengibas-ngibaskan kedua tangannya salah tingkah.

 

“Seseorang yang ku sayang ya.. Entahlah. Tapi kupikir kau bisa menjadi salah satunya” Zi Tao menundukan kepalanya. Lebih tepatnya menyembunyikan senyuman yang tersungging manis di wajah tampannya. Seketika muncul rona merah di kedua pipi Seunri.

 

Seunri hanya tertawa kecil mendengar jawaban Zi Tao. Sulit untuk menyembunyikan senyumannya. Seunri merasakan jantungnya yang berdetak lebih cepat. Sepecepat ini kah?

 

“Ya! Ngomong-ngomong mau apa kau kesini?” Seunri mecoba mengalihkan pembicaraan. “Bukankah sudah ku bilang aku ingin mengenalmu lebih jauh?” Zi Tao memberikan senyum terbaiknya. Dan lagi-lagi, Seunri merasakan darahnya berdesir cepat.

 

@@______

 

Advertisements

Just Be Friend

Tittle. : Just Be Friend

Author : AudreyKim

Rating : PG-13

Genre. : Romance , Friendship

Main Cast. : – Oh Yoora (OC)
– Cho Kyuhyun
– Park Chorong

Other Cast. : You can find by yourself XD

Disclaimer. : Ini ff ke-3 ku loh~ Thank’s a lot for my Sister yang udah kasih hasil RP-annya dan rela kujadiin ff disini~ Semua castnya aku ubah, dan semoga suka sama ceritanya ^^ Give me support with your comment and like •v•

~Happy Reading~

“Lagu apa ini?” ucap Yoora di tengah hiruk pikuk kelas saat itu. Seorang gadis berumur 17 tahun yang duduk di kelas 2 SMA. Di playlist iPodnya tertera lagu berjudul Just Be Friend dari Megurine Luka, lagu tersebut sudah lama mendiami iPad gadis bermata coklat ini, tapi baru kali ini ia dengarkan. Headset berwarna putih yang senada dengan warna iPodnya terus terpasang di telinganya karena kebetulan saat itu pelajaran sedang kosong di kelasnya.

Yoora terus menatap kosong riuh kelas dengan tatapan datar tanpa melepas headsetnya yang masih berisi lagu berjudul Just Be Friend tersebut. Kata pertama bagi Yoora untuk mendeskripsikan lagu itu ialah, aneh. Nada terdengar cukup riang dengan harmonisasi nada yang sedikit keras. Tapi liriknya malah terkesan menyedihkan. Lagu itu mengisahkan tentang sepasang kekasih yang putus sebelah pihak. Yoora cukup menikmati lagu itu. Orang yang terbayang di benaknya saat mendengarkan lagu itu ialah seniornya tercinta.

 

Nam Woohyun. Sudah 2 tahun ia jatuh cinta pada lelaki yang memiliki senyum hangat tersebut. Hanya saja selama 2 tahun pula gadis ini bertepuk sebelah tangan, karena Woohyun yang merupakan ace di team basket sekolahnya merupakan orang yang sangat populer.

 

Hanya saja gosip mengatakan Woohyun dekat dengan seorang gadis tercantik yang duduk di kelas 3 bernama Park Chorong. Yoora terus membuat dirinya berpikir kalau itu hanya gosip, dan hidup sebagai penggemar rahasia Woohyun.

 

Hingga akhirnya lamunan Yoora dipecahkan oleh kedatangan guru di kelasnya. Ia meraih iPodnya dan menekan tombol pause. Lalu meletakan kembali iPadnya di laci mejanya.

 

“Aku.. Akan menyatakan perasaanku saat pulang sekolah.” tutur Yoora dengan cukup percaya diri. Pertama yang di dapatkannya hening, tapi sepersekian detik kemudian jeritan keras dari Suzy dan Jiyeon pecah.

 

“Hah!?” jerit mereka hampir bersamaan. “Kau serius?” ucap Jiyeon, “Waeyo? Apa yang membuatmu berpikiran begitu?” timpal Suzy.

 

Yoora tersenyum, kemudian melipat tangannya di depan dada dan mendengus angkuh, “Tentu saja aku serius. Aku sudah cukup lelah hanya mengaguminya dari jauh, aku mau mendapat kepastian tentang perasaanku. Aku kan juga tidak mau menghabiskan masa SMAku hanya dengan memikirkan satu orang!” ucap gadis ini panjang lebar.

 

Kedua temannya hanya membuka mulutnya lebar menyaksikan penuturan Yoora. “Aku sudah meletakan surat di Loker Woohyun sunbae, aku menyuruhnya menemuiku di gedung belakang sekolah. Jadi… Doakan aku!” lanjut Yoora.

 

Temannya yang semula hanya diam tak berkedip, mulai menarik seulas senyum dan berkata dengan semangat, “Tentu! Selamat berjuang Yoora-ah!!” ucap Suzy dan Jiyeon dengan riang. Yoora menyembulkan dua jarinya dan tersenyum memamerkan barisan giginya.

 

@@______

 

 

Bel pulang sekolah berbunyi. Semua orang menanggapi dengan riang, kecuali Yoora. Keringat dingin meluncur dari pelipisnya dengan cepat. Suzy dan Jiyeon sibuk melontarkan kalimat penyemangat, meski jauh di lubuk hati Yoora, ia sudah siap menghadapi kenyataan ditolak. Akhirnya perlahan gadis bermata coklat tersebut melangkahkan kakinya keluar kelas, dan berjalan ke gedung belakang sekolah.

 

Semakin mendekat ke arah tujuan, jantungnya berdegup semakin kencang. Langkah kakinya terus diiringi oleh degup jantung yang cukup keras. Hingga kakinya telah menginjak area gedung belakang sekolah. Disana sudah terlihat sesosok laki-laki yang sudah sangat familiar banginya, Nam Woohyun.

 

Lelaki itu berdiri membelakangi Yoora. Gadis itu menelan ludah, menahan tiap getaran tubuhnya. “W-Woohyun.. Sunbae?” desahnya dengan gugup.

Woohyun menoleh menampilkan wajahnya yang langsung membuat darah di tubuh Yoora naik. Senyum ramah terlihat di bibir lelaki itu. “Kau yang meletakan surat ini kan?”. Yoora mengangguk pelan. “Hn.. Itu..” tururnya pelan. Woohyun mendekat perlahan berusaha menangkap suara Yoora lebih jelas.

 

“A-aku sudah mengagumimu sejak lama. Maukah.. Maukah kau menjadi pacarku?” ucap Yoora sambil sedikit berteriak. Mukanya merah padam, suhu badannya naik seketika. Kyuhyun membulatkan matanya menanggapi penuturan Yoora. Lelaki yang lebih tua setahun dari Yoora tersebut tertunduk. Wajah Yoora sudah tidak karuan, perasaannya berkecamuk. Antara malu, lega, dan takut menjadi satu.

 

“Boleh saja..”

 

Yoora segera menundukkan kepalanya dalam dalam, “Maafkan aku.. Aku betul betul minta ma–, eh?” kalimat Yoora terpotong disusul oleh ucapan refleks darinya, setelah mendapat persetujuan tidak terduga dari sunbaenya tersebut.

 

“Kau minta aku menjadi pacarmu kan? Boleh saja.” lanjut Woohyun dengan wajah sedikit tersipu. Yoora serasa terbang mendengar kalimat Woohyun, ia masih sedikit tidak percaya. Hampir setitik air mata turun dari ujung matanya, hanya saja hal itu ia tahan mati matian.

 

“Waeyo?” tanya Woohyun melihat raut wajah Yoora yang tidak karuan sambil makin mendekati gadis itu. Ia mengangkat dagu Yoora, dan menatap lurus mata coklat gadis itu yang sedikit memerah.

 

“A-aku.. Masih tidak percaya..” ucap Yoora sambil sedikit mengerjap. Woohyun tersenyum lembut, kemudian menepuk kepala Yoora pelan, “Kau lucu sekali.” ucap Woohyun sambil meringis gemas.

 

“Mau pulang? Sudah sore ayo aku antar.” lanjut Woohyun sambil mengedipkan sebelah matanya. Yoora menyambut hal itu dengan senyum manis, “Oke!” jawabnya.

 

Yoora mengeluarkan iPodnya dari dalam tas, dan mengecek Playlistnya. Kembali tertera lagu Just Be Friend. Yoora menghela napas pelan, dan kembali mengingat kejadian tak terduga tadi. Kini Woohyun sudah menjadi pacarnya, hal yang sudah ia impikan sejak lama terjadi. Sesekali gadis itu tersenyum kecil, dan membanting iPodnya ke kasur, lalu merebahkan badannya di kasur tersebut, hingga tidak lama setelah itu ia tertidur.

 

@@______

 

 

“YOORA-YA!?” jerit Suzy dan Jiyeon diiringi derapan langkah keras dari mereka berdua. Yoora menoleh santai menatap teman temannya yang terengah-engah tersebut.

 

“Ya?” jawabnya dengan polos, seolah tak memperdulikan sikap panik teman temannya.

 

“Jangan berkata ya dengan wajah datar begitu! Aku mengerti perasaanmu kok!” tutur Suzy dengan khawatir. “Sabar ya Yoora.. Kalau mau menangis kau boleh menangis kok..” ucap Jiyeon lembut. Yoora menatap kedua temannya dengan bingung, “Kenapa aku harus menangis?” tanyanya bingung. “Eh..? Kau.. Ditolak Woohyun Sunbae…kan?” tanya Jiyeon pelan.

 

Tawa Yoora pecah seketika, ia menepuk bahu kedua temannya dengan cukup keras. Setelah puas tertawa, gadis itu berdehem kecil. Kembali ia menyembulkan dua jarinya ke depan wajah teman temannya.

 

“Aku sudah jadian kok..” terangnya dengan senyum lebar yang mengembang di wajahnya. Kini teman temannya yang di buat diam tak bisa berkata apa apa atau bahkan menanggapi sikap Yoora.

 

“Da-Daebak! Yoora-ya neo jinjja Daebak!! Chukhahaeyo!” jerit Suzy dengan riang sambil beberapa kali sedikit bertepuk tangan. Ketiganya sama sekali tidak bisa menyembunyikan perasaan senangnya.

 

Lapangan basket di sekolahnya ramai seperti biasa. Lautan anak perempuan memenuhi lapangan saat itu. Tentu saja yang menghias lapangan saat itu Kyuhyun dan beberapa temannya yang juga bermain basket. Yoora berusaha menyelip sedikit demi sedikit untuk menangkap sosok Kyuhyun.

 

Riuh rendah jeritan anak perempuan terus mengelu-elukan nama Kyuhyun. Yoora yang berperan sebagai pacarnya sedikit bingung harus bangga atau bahkan cemburu. Hingga posisi depan pun sudah ia raih.

 

Paras tampan Woohyun terlihat jelas, dan sukses membuat dada Yoora berdegup kencang. Tapi yang paling membuat dadanya makin berdegup kencang ialah Woohyun yang berjalan mendekati dirinya.

 

“Annyeong Yoora-ya. Kau datang untuk menontonku, kan?” Ucap Woohyun sambil tersenyum hangat. Seisi lapangan membicarakan dirinya, Yoora sendiri bingung harus berbuat apa. “Kyu? Siapa dia?” tanya salah satu teman laki-laki Kyuhyun yang berjalan ke pinggir lapangan mendekati Yoora “Manis juga ya..” ledek temannya yang lain. Kyuhyun hanya menggelengkan kepalanya, sambil tersenyum kecut.

 

“Kalian jangan macam macam, gadis ini yeojachinguku.” jelas Woohyun sambil mengusap kepala Yoora pelan. Yoora membisu seketika, suaranya tercekat. Orang yang sudah ia puja selama dua tahun terakhir ini menjadi kekasihnya, bahkan menatap geram Yoora, termasuk Chorong.

 

@@____

 

Bel pulang sekolah berdering, Yoora sudah berdiri mematung di gerbang sekolah. Bahkan keadaan sekolah saat itu sudah mulai sepi. Ia dan Woohyun telah berjanji pulang bersama, hanya saja hingga saat ini Woohyun belum menampakkan batang hidungnya.

 

Yoora memajukan bibirnya, dan mendengus kesal. Sifat tidak sabaran dan keras kepalanya muncul. Aneh, padahal ia sabar menunggu Woohyun selama dua tahun ini, tapi hanya menunggu setengah jam seperti ini saja sudah membuatnya naik darah.

 

“Ckckck, Yoora..” tiba tiba terdengar sebuah suara yeoja, disusul sebuah suara tawa kecil. Yoora menoleh cepat, dan terperanjat seketika. Itu Chorong dan sunbaenya yang lain. Mereka menatap Yoora dengan tajam dan dingin.Yoora melangkah mundur, beruasaha sebisa mungkin menjauhkan dirinya dari gencetan ini.

 

“Kau merasa lebih cantik dariku hah? Berani sekali mendekati Woohyun seperi itu!” Tutur Chorong dengan sarkatik.

 

Yoora menatap para sunbae perempuannya tersebut dengan tatapan bingung. Apa menjadi pacar Kyuhyun harus didasari dengan kecantikkan? Yoora bukan tipe yeoja yang akan diam saja diperlakukan seperti itu, tapi kalau soal jumlah tentu saja ia kalah telak. Chorong menggebrak dinding di belakang Yoora.

 

“Jangan pernah sekali pun kau dekati Woohyun-ku lagi, ingat itu, jelek.” ucap Chorong, sambil bergilir meninggalkan Yoora yang masih terdiam.

 

Yoora berusaha mencerna apa yang barusan dikatakan sunbaenya. Sedikit tidak masuk akal, hingga sampai saat ini masih membuatnya tercengang. Kalimat Chorong seakan membangunkan dirinya dari sebuah mimpi indah. Yoora menghela napas, yang naasnya terlihat oleh Woohyun.

 

Woohyun mempercepat larinya mendekati Yoora, “Lama menunggu ya?” Tanya Woohyun sambil sedikit terengah. “Tadi ada…” Seketika kalimat Woohyun di potong oleh Yoora yang segera membalikan. Badannya dengan cuek.

 

“H-hey, kau marah?” Tanya Woohyun sambil mempercepat langkahnya dan berdiri tepat di depan Yoora. Ditatapnya wajah Yoora yang terlihat acuh tak acuh. Woohyun mengangkat dagu Yoora supaya ia dapat menatap wajahnya lebih jelas. “Kau belum menjawabku.. Apa kau…” Belum selesai Woohyun berbicara, lagi lagi kalimatnya dipotong Yoora.

 

“Ani jangan terlalu berasumsi dengan semua imajinasimu. Ini bukan komik, apa kau berharap aku mengeluh manja padamu karena datang terlambat?” Tukas Yoora tajam, yang tidak lain wujud dari kekesalan dirinya pada Chorong tadi. Woohyun mengerjap, dia tidak menyangka jika Yoora akan semarah ini.

 

Marah? Oh, tentu saja itu hanya kalimat klise seorang gadis, jika ia berkata ia tidak marah maka yang terjadi adalah sebaliknya. “Mianhaesseo..”. Ucap Woohyun sambil menatap dalam mata Yoora. Yoora sedikit tersentuh mendengarnya, maksudnya sikap Woohyun yang begitu cepat menyadari bahwa Yoora sedang marah.

 

“Jangan marah ya?” Ucap Woohyun sambil menampilkan senyum nakalnya. Oh tuhan, siapa yang sanggup melihat senyum manisnya tersebut. Sedikit demi sedikit, senyum Yoora mulai nampak. “I-iya..” Ucap Yoora tanpa sedikit pun menutupi wajahnya yang tersipu.

 

Senyum Kyuhun kembali merekah, ia meraih tangan Yoora dan mengajaknya pulang. Kyuhyun menatap tubuh kecil Yoora, dan menghela napas pelan. Ia tahu, apa yang membuat Yoora marah. Tidak lain… Chorong.

Better

Tittle :  Better

Author : audryctator/AudreyKim_

Length : Oneshoot

Language : Indonesian

Poster / Cover : http://lovelyfanfictionhouse.wordpress.com/

Main Cast : Infinite’s Kim Myungsoo(L) , CnBlue’s Lee Jonghyun , Jang Hyera (OC)

Other Cast : CNBlue’s Kang Minhyuk, Choi Yoora (0C), Kim Eushik (OC)

Genre :   Romance, Friendship

Rated : PG

Disclam : Semua castnya milik Tuhan YME.. Kecuali Myungsoo itu hanya milik saya ;D Fanfict ini murni hasil pikiran author waktu lagi sakit tau-tau kepikiran cerita kayak begini (ganyambung yah) Kalau mungkin mirip atau ada kesamaan, itu benar-benar bukan kesengajaan author ya~

Continue reading